Hong Gyu menemui Se Jin di toko. Se Jin melihat tangan Hong Gyu yang terluka. Ia cemas dan akan membalutnya namun Hong Gyu menarik paksa tangannya.
Hong Gyu mencibir pasti hebat ya seseorang yang menjalani hidup dengan begitu mudah. Se Jin tak mengerti apa maksudnya. Hong Gyu berkata ia sudah bosan mendengar Se Jin yang terus mengomel sepanjang waktu. Ia sudah cukup sedikit menikmati kesenangan bersama Se Jin jadi mulai sekarang Se Jin jangan menghubunginya lagi.
Setelah mengatakan itu Hong Gyu pergi dari toko mengabaikan panggilan Se Jin yang tak mengerti kenapa sikap Hong Gyu tiba-tiba seperti ini.
Seok Hoon dan Se Young duduk di bangku taman memperhatikan pasangan muda-mudi. Seok Hoon tanya apa pertemuan dengan Hong Gyu tadi masih mengganggu Se Young. Se Young menjawab tidak, ia sejak tadi diam itu karena memikirkan Seok Hoon. Ia menyadari bahwa yang namanya bercerai itu bukan perpisahan antara suami dan istri saja. Namun itu adalah akhir untuk semua hubungan yang terbentuk karena pernikahan. Ia merasa sedih setelah memikirkan itu, Seok Hoon pasti sudah mengalami masa-masa sulit. Tapi ia dengan egoisnya mencintai kenyataan bahwa Seok Hoon tersenyum di depannya namun mengalami masa sulit di belakangnya.
Seok Hoon menggenggam tangan Se Young, “Itu saja yang kau butuhkan. Jangan memikirkan hal lain. Masa-masa yang bagus dan masa-masa yang buruk sering tidak berarti setelah semua itu berlalu.”
Seok Hoon tanya apa Se Young tahu kenapa ia membawa Se Young ke tempat ini. Se Young melihat sekeliling tempat itu. Ia melihat beberapa pasang kekasih bersepeda dan berjalan bergandengan tangan. Mata Se Young melihat mereka yang bersepeda. Itu membuat dirinya terkenang akan dirinya ketika bersepeda bersama Seok Hoon di Hongkong.
Seok Hoon berkata kalau ia tak memikirkan hal lain selain Se Young. Ia harap Se Young juga melakukan hal yang sama. Se Young tersenyum mengangguk.
Keduanya pun bersepeda, Se Young membonceng di belakang. (Mau donk boncengan sepeda kayak gini hahahaha)
Yoon Ah masuk ke kamar Roy ketika Roy tidak ada. Ia mencetak foto yang terakhir kali di cetak oleh alat itu. Muncullah foto kebersamaan ayahnya dengan Roy, Song Ah dan Hong Joo yang bahagia.
Se Young mampir ke rumah ayahnya. Tn Yoo mengatakan kalau Direktur Park dari kantor pusat menelepon mengabarkan kalau bisnis berjalan dengan lancar. Se Young menilai ini awal yang bagus, ia tanya dimana Se Jin. Tn Yoo mengatakan kalau Se Jin mengurung diri di kamar sepulang bekerja. Se Jin bahkan tidak mau makan malam. Tn Yoo meminta putrinya duduk menceritakan semua bisnis padanya. Tapi Se Young harus menemui Se Jin dulu, ia akan menceritakan itu nanti.
Se Young masuk ke kamar adiknya. Se Jin terkejut melihat kakaknya datang. Se Young mendengar kalau toko tempat Se Jin bekerja memiliki banyak pelanggan hari ini, ia menilai ini pasti hari yang berat buat Se Jin. Se Jin bilang tidak apa-apa karena waktu akan berlalu ketika kita sibuk. (kayaknya Se Jin dah betah kerja ya hehehe)
Se Young mengingatkan bukankah ini akhir pekan apa Se Jin tak menemui pacar Se Jin. Se Jin langsung teringat pada Hong Gyu, ia mengatakan pada kakaknya kalau Hong Gyu ini benar-benar pria yang aneh. “Dia mengatakan padaku untuk tak menghubunginya lagi. Dia bilang dia bosan mendengarku mengomel.”
“Benarkah?” Sahut Se Young pelan, ia tentu saja sudah tahu alasan kenapa Hong Gyu bersikap begitu.
Se Jin menebak Hong Gyu pasti mengalami hari yang buruk. Tapi ia tak peduli karena ia sudah kenal baik dengan Hong Gyu seperti punggung tangannya sendiri. “Dia hanya sedang mencoba jual malah denganku. Dia akan menelepon lebih dulu jika aku membiarkan dia dalam seminggu.” ucapnya sambil mengutak-atik mencari sesuatu di internet.
Se Young tanya apa Hong Gyu mengatakan hal lain. Se Jin balik bertanya seperti apa. Se Young tak ingin membahasnya dan berkata lupakan saja.
Se Jin memberi tahu kakaknya kalau Hong Gyu itu sangat menyukai komputer. “Aku akan membelikan dia monitor baru setelah gajian.” ucapnya sambil menunjukan merk dan harga monitor yang ia lihat di internet. Ia yakin sekali Hong Gyu yang akan rugi jika tidak meneleponnya dalam waktu seminggu. Kalau Hong Gyu mengabaikannya ia akan menurunkan dari ia yang akan membelikan monotor menjadi mouse.
Se Young tak tahu harus berbuat apa untuk adiknya yang begitu menyukai Hong Gyu.
Hong Joo masih menyimpan cincin pernikahannya dengan Seok Hoon. Ia tentu saja tak ingin menyimpan benda itu lagi. Ia memasukan cincin ke dalam laci mejanya. (sepertiny ia sudah memikirkan sesuatu akan cincin itu)
Han Ji Sun mengunjungi keluarga Kang untuk bertemu putri-putrinya. Ibu Min Woo mengijinkan Ji Sun membawa mereka jalan-jalan asalkan pulangnya tepat waktu dan jangan jalan-jalan diluar karena matahari sangat terik. Ji Sun berkata ia tahu akan melakukan apa yan perlu ia lakukan dengan putri-putrinya, jadi bisakah ibu Min Woo ini meyakinkan Min Woo supaya ia mendapatkan mall itu. Bukankah ibu masih bisa memberi makan diri sendiri dengan baik bahkan jika bangkrut sekalipun, tidakkah menurut ibu terlalu murah hanya dengan mall yang kecil.
Ibu Min Woo mencibir memangnya apa yang Ji Sun tahu tentang bisnis, kenapa ingin mengelola mall. “Apa yang kau tahu tentang mall selain belanja?”
Ji Sun tanya apa ibu Min Woo khawatir akan iri jika nanti mall itu sukses ketika ia yang mengelola atau akan merasa sia-sia jika ia membuat mall itu bangkrut. Tapi bagaimana pun juga ia akan mengurusnya. Jadi ia harap ibu Min Woo membantu menyelesaikan semua secepatnya.
“Apa bercerai itu seperti dipromosikan?” sindir ibu Min Woo. Ji Sun menegaskan bahwa ia tak meminta untuk bercerai karena Min Woo yang lebih dulu berselingkuh.
Ketika melihat kedua putrinya datang Ji Sun memeluk mereka. Yoon Ah dan Song Ah tersenyum senang karena bisa kembali bertemu ibu mereka.
Ji Sun mengajak kedua putrinya makan bersama dan dihibur dengan musik dan nyanyian di kafe itu.
Song Ah tanya kapan ibunya ini akan pulang ke rumah. Ji Sun tentu saja tak bisa menjawabnya. Song Ah berkata kalau ini sudah lebih dari 10 hari ibunya meninggalkan rumah, ia benar-benar bosan tanpa ibunya di rumah. Ji Sun mengatakan pada putrinya kalau nenek (ibunya) ingin ia tinggal disana sedikit lebih lama bersama Soo Ah.
Yoon Ah menunjukan foto yang ia cetak pada ibunya. Ji Sun tentu saja kaget melihat foto Hong Joo ada bersama keluarganya dan mereka tampak bahagia.
Ji Sun melabrak Hong Joo di rumah sakit. Tak segan-segan, Ji Sun langsung menampar Hong Joo. Ia mengatakan bahwa dirinya belum menandatangani surat perceraian, bagaimana bisa Hong Joo bermain mata dengan Min Woo yang masih menjadi suami sah-nya di mata hukum.
Hong Joo marah diperlakukan kasar tiba-tiba begini, apa Ji Sun sudah gila. Ji Sun bilang ia belum gila jadi Hong Joo jangan membuatnya menjadi gila. Jika Hong Joo merasa apa yang ia lakukan ini tidak adil silakan pergi mengadu pada Min Woo biar secepatnya Min Woo mengakhiri semuanya.
Se Young menerima berkas laporan dari Jo Young Chul dan Seok Hoon. Ia memuji ini awal yang bagus. Young Chul mengatakan kalau tim yang bertanggung jawab terhadap bisnis itu juga merasa senang, ia akan memastikan mempertahankan semangat dan mengadakan presentasi tentang bisnis yang baru.
Se Young mengangkat wajahnya menatap Young Chul. Young Chul jadi gugup dan meralat omongannya, ia rasa peluncuran bisnis baru belum saatnya tapi Manajer Cha Seok Hoon bersikeras dan percaya diri atas peluncuran produk baru nanti.
Se Young berkata jika dua orang memiliki pendapat yang sama untuk masalah bisnis, maka 1 orang tidak berguna. Kalau begitu ia sendiri atau Manajer Cha yang tidak berguna. Young Chul bingung mengatakannya, ia menoleh pada Soek Hoon. Seok Hoon akan menganggap Se Young mengatakan ya untuk presentasi produk baru nanti. Se Young meminta Young Chul mentraktir tim TF makan malam yang enak karena mereka sudah bekerja keras.
Se Young penasaran dan ingin tahu seperti apa wajah Presdir Kang Min Woo sekarang, mungkin dia mulai marah.
Tentu saja Min Woo marah atas apa yang Se Young lakukan dengan menguasai pasar domestik. Ia membanting ponselnya. Pengacara Choi yang ada disana mengambil ponsel Min Woo dan kembali meletakannya di meja.
Pengacara Choi menyarankan agar Min Woo berpikir jernih dan tenang dalam menghadapi situasi ini. Ia rasa Min Woo harus lebih fokus pada pasar luar negeri seperti rencana semula dari pada memikirkan pasar domestik.
Min Woo tak mau mendengar itu, ia menghubungi Park Han Soo. Han Soo yang saat itu sedang bersantai di mobilnya terkejut mendapat panggilan telepon dari Min Woo. Dengan mata yang masih setengah terpejam ia menjawab panggilan telepon Min Woo yang memintanya segera datang ke kantor.
Han Soo mengeluh lelah melaksanakan tugas-tugas dari Min Woo hehehe.
Pengacara Choi tanya apa Min Woo akan mempekerjakan Han Soo lagi. Min Woo berkata jika segalanya tidak berjalan maka kita harus meyakinkan mereka, itulah mottonya. Jika kita mulai dengan Presdir Yoo Se Young dan beberapa karyawannya maka dengan mudah kita akan menemukan sedikit kelemahan mereka. Min Woo tanya kenapa, apa Pengacara Choi tak suka dengan rencananya ini. Pengacara Choi menjawab tidak.
Min Woo menerima telepon dari Hong Joo, semula ia tersenyum namun raut wajahnya berubah terkejut.
Min Woo menemui Han Ji Sun, ia tanya kenapa Ji Sun menemui Hong Joo. Ji Sun berkata kalau ia hanya penasaran akan tujuan Hong Joo, ia tak yakin apakah Hong Joo itu pengasuh anak yang baik atau buruk. Tapi ia tak bisa menahan tangannya sendiri ketika ia melihat akting Hong Joo yang polos dan tanpa bersalah.
Min Woo terkejut, “apa kau tak menahan tanganmu?
“Apa kau tak mendengarnya?” Ji Sun tertawa, “dia itu cerdas.”
Min Woo menahan marah apa Ji Sun menampar Hong Joo. Ji Sun tak menyangkal dan mengatakan itu sebabnya mempunyai istri yang sah itu menakutkan, apa Min Woo tak tahu itu. Jika Min Woo menginginkan tanda tangannya di dokumen perceraian cepat selesaikan semuanya. Min Woo tak sudi memberikan mall itu untuk Ji Sun. Apa Ji Sun sudah melupakan nasehatnya (ancamannya), apa kali ini Ji Sun juga ingin peringatan darinya lagi.
Ji Sun tahu peringatan yang sebelumnya Min Woo sampaikan mengenai cinta pertamanya, ia sudah tak peduli lagi Min Woo akan melakukan apa terhadap cinta pertamanya itu karena ia sudah bosan mengenang kembali masa lalu. Silakan jika Min Woo ingin menghancurkan keluarga cinta pertamanya atau bahkan membuat orang itu dipecat dari universitas, lakukan saja semau Min Woo.
Ji Sun tahu bukankah Min Woo ini sedang marah mengenai Hong Joo, “kau ingin membawa dia pulang secepatnya dengan mengakhiri perceraian kita. Bukankah kau bersikap murah atas mall itu?”
Min Woo tertawa, “Han Ji Sun... jika aku harus memilikimu sebagai karyawan bukannya sebagai istriku, tetap tidak akan ada yang menghalangi jalanku.” Ji Sun harap Min Woo segera mengakhiri ini.
Ancaman dirinya terjadap Ji Sun sudah tak mempan, Min Woo pun menghubungi manajer mall agar menemuinya ke kantor pusat. Ji Sun tersenyum puas. Min Woo kembali memperingatkan Ji Sun agar jangan pernah mendekati Hong Joo.
Hong Joo masuk ke ruangan atasannya, dr Myung Hwa. Ia tanya apa dokter memanggilnya. Dokter yang tengah membereskan barang-barangnya bertanya apa Hong Joo sudah menjadwalkan ulang janji pertemuannya. Hong Joo menjawab sudah ia sudah mengalihkan janji pasien yang mendesak pada dokter lain dan menjadwalkan ulang sisanya setelah simposium medis yang akan dokter lakukan.
Myung Hwa kebingungan mencari charger-nya. Hong Joo tersenyum mengatakan kalau tadi Myung Hwa baru saja memasukan charger ke dalam tas. Myung Hwa ngomel-ngomel pada chargernya, kenapa kau ada disana ga bilang-bilang. hahahaha.
Myung Hwa teringat akan pasien yang juga temannya, Yoo Se Young yang akan segera datang. Hong Joo heran bukankah Se Young tak memiliki janji dengan dokter. Myung Hwa berkata kalau ia membujuk Se Young untuk mampir karena ia pikir Se Young akan melewatkan jadwal check up sementara ia pergi untuk simposium. Ia mengeluhkan itulah masalah memiliki teman yang sebagai doktermu. “Kau tidak menerima saran mereka dengan serius sebagai seorang dokter itu akan lebih mirip nasehat seorang teman yang kau abaikan saja.” Ia meminta bantuan Hong Joo.
Hong Joo berpapasan dengan Se Young yang baru saja datang. Se Young bertanya apa Hong Joo pulang dengan selamat malam itu. Hong Joo tak ingin menjawabnya, ia bilang silakan Se Young ikut dengannya untuk mengganti pakaian. Se Young menyahut ia tahu dimana ruang gantinya.
Se Young heran tidakkah menurut Hong Joo keduanya perlu mminta maaf atas apa yang terjadi di pesta itu. Hong Joo tertawa, “bukankah kau mengacaukan permohonan maaf dan kelakuan baik?” Ia tahu Se Young pasti sudah puas, “Pria yang kau cintai dengan bangga mengumumkannya ke publik.”
Se Young mengingatkan kalau saat itu Hong Joo lah yang memintanya, Hong Joo lah orangnya yang menanyakan pertanyaan kasar itu padanya lebih dulu. Hong Joo tahu Se Young mengambil semua itu sebagai keuntungan bagi Se Young. Tapi bagi Se Young tak ada alasan untuknya berpura-pura seolah ia lah yang dirugikan. Ia tidak bisa berpura-pura ia lah korban yang malang.
Hong Joo tak ingin membahasnya lebih jauh, ia menunjukan dimana ruang gantinya. Se Young kembali mengatakan kalau ia tahu dimana ruang gantinya. Hong Joo menahan kesal, kalau tahu silakan pergi ganti pakaian sendiri lalu kembali, ia akan mengirimkan perawat lain untuk Se Young. Hong Joo berlalu pergi.
Hong Joo menerima telepon dari Min Woo yang mengingatkan janji makan malam dengannya. Hong Joo heran apa makan malam itu malam ini. Min Woo berkata kalau seharian ini ia sudah menerima pukulan serangan. Ia sudah mendengar tentang yang dilakukan Ji Sun pada Hong Joo ia dengan tulus minta maaf. Hong Joo bilang itu bukan salah Min Woo jadi tak perlu minta maaf. Min Woo berkata ada sesuatu yang penting yang ingin ia katakan pada Hong Joo, ia harus bertemu Hong Joo malam ini.
Se Young berdiam diri di ruangan kerjanya di kantor. Seok Hoon yang baru keluar dari makan bersama rekan-rekannya menerima sms dari Se Young.
Aku merindukanmu, aku tak tahu malu kan?
Seok Hoon membalas sms mengatakan kalau ia dan rekan-rekan baru selesai putaran pertama makan malam, ia akan menemui Se Young segera.
Rekan-rekan Seok Hoon ingin putaran kedua dilakukan di karaoke. Young Chul yang sebagai direktur enggan. Salah satu dari mereka heran kenapa Young Chul bergabung dengan meeeka bukankah Young Chul ini direktur. Young Chul bilang manajar Cha sudah mengijinkannya ikut. Seok Hoon berkata posisi direktur itu hanya di kartu nama Young Chul saja, tapi hatinya masih ingin menjadi manajer. Hahaha.
Seok Hoon tak ingin memaksa siapapun untuk ikut ronde kedua jadi terserah mereka jika ingin pulang. Mereka malah menyuruh Young Chul lebih baik pulang saja dan Seok Hoon yang tetap bersama mereka. Young Chul sewot apa mereka pikir ia ini direktur yang tak berguna. Mereka pun tertawa. Seok Hoon pamit tak bisa ikut ke ronde dua pesta mereka.
Anggota tim TF meminta kartu kredit Young Chul untuk pesta ronde kedua mereka di karaoke. Young Chul yang setengah sewot memberikan kartu kreditnya hahaha.
Min Woo mengajak Hong Joo ke suatu tempat. Hong Joo heran kenapa Min Woo membawanya ke tempat ini. Suasana ditempat itu agak gelap. Min Woo tersenyum dan ketika Hong Joo menoleh ke samping perlahan lampu-lampu disana menyala. Hong Joo benar-benar dibuat bingung kenapa Min Woo melakukan ini.
Min Woo tersenyum mengulurkan tanganya. Hong Joo yang masih dalam keadaan bingung menerima uluran tangan Min Woo. Min Woo menggendeng Hong Joo berjalan menyusuri diantara patung-patung yang sudah dihias lampu membuat kesan bahwa malam itu sungguh romantis.
Keduanya berhenti, tiba-tiba lampu di depan mereka menyala dan terlihatlah tulisan ‘Will You Marry Me. Huwaaaa... Min Woo dan Hong Joo menoleh melihat tulisan itu. Hong Joo terdiam terkejut, kini ia pun mengerti bahwa Min Woo tengah melamarnya.
Min Woo mengeluarkan sebuah cincin, “Mau kah kau menikah denganku, Hong Joo-ssi?” Hong Joo bingung karena ini terlalu mendadak.
Min Woo : “Jika kau menyukai Kang Min Woo katakan ‘ya’, kau boleh mengatakan ‘tidak’ jika kau tak bisa mempercayaiku.”
Min Woo takut Hong Joo akan bersembunyi darinya jika ia terus hanya menunggu saja. Ia tahu ini tindakan gila tapi ia memang membiarkan dirinya menjadi gila, “aku tak pernah segugup ini di depan wanita lain manapun.”
“Apa kau benar-benar membutuhkanku?” tanya Hong Joo.
“Aku tak bisa menemukan alasan apapun bahwa kau bukan orang yang sempurna. Sebaliknya aku punya ratusan alasan yang mengatakan bahwa kau adalah wanita yang tepat. Aku hanya menginginkanmu dan aku membutuhkanmu.” ucap Min Woo sungguh-sungguh.
Se Young mengajak Seok Hoon ke sebuah tempat. Ia mengatakan dirinya memulai bekerja dari tempat ini dan belajar ketika perusahannya bergerak dalam bidang arsitektur. Ini adalah bangunan yang ayahnya berikan padanya sebagai tugas pertamanya. Ia yang bertanggung jawab atas perencanaan, pemetaan dan membangun bahkan menyelesaikannya. Seok Hoon memperhatikan bangunan yang mewah itu dan berkata kalau itu adalah pekerjaan pertama superwoman Yoo Se Young.
Se Young : “Aku menjanjikan sesuatu pada diriku sendiri ketika aku memotong pita seremonialnya. Aku mengatakan ada diriku sendiri ‘aku akan menikah dengan pekerjaanku mulai hari ini, aku tak akan berselingkuh dan aku akan menjadi istri terbaik yang bisa kulakukan’”
Seok Hoon setuju Se Young memang seorang istri yang setia (terhadap pekerjaan). Se Young tersenyum mengatakan kalau ia juga manusia, ia datang kesini setiap kali mengalami masa-masa sulit untuk mendapatkan kembali kekuatannya.
Seok Hoon : “Jadi apa kau mengajakku kesini untuk membuatku merasa cemburu?”
“Tidak.” jawab Se Young. Ia menatap Seok Hoon lekat-lekat, “Aku ingin bercerai sekarang. Aku juga ingin mengatakan bahwa aku single sepertimu.”
Mendengar ucapan Se Young, Seok Hoon mendekat. Tangannya meraih wajah Se Young, ia mendekatkan wajahnya dan mencium Se Young. Se Young merasakan tubuhnya bergetar dan membalas ciuman Seok Hoon. (Dalem banget bo kissu-nya)
Seok Hoon melepas ciumannya, mata keduanya bertemu pandang. Seok Hoon mencium Se Young lagi.
Kembali ke tempat Min Woo melamar Hong Joo.
Hong Joo : “Kau pernah mengatakan sebelumnya bahwa kau akan membuatku menginginkanmu lebih dulu jika kau benar-benar menginginkan aku, benar kan?”
Min Woo membenarkan. Hong Joo bicara jujur bahwa ia tak mencintai Min Woo, tentu saja ini membuat raut wajah Min Woo terlihat kecewa.
Hong Joo melanjutkan perkataannya, “Tapi aku menginginkanmu. Jika aku menjadi wanitamu aku akan mempunyai uang dan kekuasanaan yang kau miliki dan dengan itu Cha Seok Hoon, Yoo Se Young, aku bisa melempar mereka berdua ke dalam neraka.”
Min Woo mengerti bagaimana perasaan Hong Joo, “Jika kau mau aku akan melemparkan mereka ke tempat yang jauh lebih buruk dari neraka. Apakah itu yang benar-benar kau inginkan?”
Hong Joo mengangguk pelan. Ia pun menerima lamaran Min Woo. Min Woo menyematkan cincin ke jari manis Hong Joo.
Min Woo mendekat ke arah Hong Joo. Hong Joo memejamkan matanya. Min Woo mengecup bibir Hong Joo. Air mata Hong Joo menetes.
Seok Hoon mengantar Se Young pulang. Ia mempersilakan Se Young segera masuk ke rumah, ia akan menitipkan kunci mobil ke satpam. Se Young diam saja tampak memikirkan sesuatu. Seok Hoon heran dan memanggil Se Young.
Se Young berkata kalau ia masih memiliki kopi yang Seok Hoon berikan padanya. “Apa kau mau minum kopi bersamaku? Aromanya wangi.” ucap Se Young mengajak Seok Hoon mampir ke apatemennya.
Seok Hoon menggenggam tangan Se Young. Ia menatap Se Young.
Bersambung ke episode 11
Hayoo.... Hong Joo siap untuk balas dendam hahahaha. Memang ya lebih seru balas dendam begini daripada Hong Joo yang dengan mudah melupakan (membiarkan) Seok Hoon bersama wanita lain, apalagi wanita itu Se Young.
Ayolah Hong Gyu - Se Jin jangan marahan ya hehehe
































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar